Dingin di Yogyakarta dan Rindu

Dingin di Yogyakarta dan Rindu
Foto by Me. Lokasi Desa Donokerto, Kec. Turi, Kab. Sleman - Yogyakarta

Alhamdulillah. Sekian lama tidak menjenguk blog kesayangan ini. Saya lupa kapan terakhir saya menulis dengan niat mempublish di sini.

Kali ini saya sedang dalam perjalanan kerja. Kedatangan ke kota ini bersamaan dengan cuaca dingin. Seraya menikmati kopi susu, saya menuliskan ini:

Di sini, sendiri menikmati kopi. Saya sedang tidak menunggu siapa-siapa. Seorang perempuan duduk sendiri pula, yang tak jauh dari tempat dudukku terlihat sedang gelisah. Mungkin telah lama menunggu seseorang yang sangat dirindukannya. Sesekali ia memandang ke arah kanan dan arah kirinya, lalu kembali menatap handphone di tangan kanannya. Kegelisahannya terlihat jelas. Kadang sesekali ia memandangku. Atau mungkin saja sedang ingin berkenalan denganku. ๐Ÿ˜ Anggaplah demikian.
.
.
Kopiku tinggal setengah. Suara perempuan lain dari sebelah kamar terdengar samar. Aku tak peduli lagu apapun yang ia nyanyikan. Aku sedang mengingatmu. Berusaha menangguhkan rindu yang entah akan terbayar atau tidak. Beberapa pesan singkat yang masuk ke handphone juga tak kupedulikan. Rindu semakin dalam menusuk mengalahkan dinginnya malam di kota Yogyakarta ini. Aku mengingat segala tentang senyummu. Raut wajahmu ketika sedang tertawa atau suaramu. Rokok sebatang yang baru saja kubakar, kuisap dalam-dalam. Asap tebalnya mengepul menggambarkan bayanganmu yang kini memenuhi segala ruang di kepalaku.
.
.
Waktu berjalan lambat. Deru kendaraan di jembatan fly over dekat hotel tempatku menginap masih terdengar ramai. Aku ingat kalimat pramugari pesawat yang kutumpangi dari Makassar ke bandara Adisucipto Yogyakarta.
"Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi. Kalau ada umur yang panjang, bolehlah naik Citylink kembali"
.
.
Aku tersenyum sendiri dan berharap kau juga tersenyum membaca ini.
.
.
Yogyakarta, 6/7/2018-21.55 PM
Ian Konjo
Lihat Komentar

10 comments

  1. Andai ada sumur di ladang
    Aku juga ingin menumpang

    Bukan untuk mandi
    Namun menimba puisi

    Agar rindu dalam dada
    Tidak membuat hati dahaga

    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menimba puisi... Hmmm Sepertinya itu diksi yang puitik dari susunan kata2 yang puitis.

      Delete
  2. wow...

    mau ngurat cewek yang mas..

    apa puan saya joke sahaja tu.

    ReplyDelete
  3. Suasana Jogjaaaa ... ๐ŸŽต๐ŸŽ™#SambilNyanyi ๐Ÿ˜

    Suasananya mengharubiru memendam kerinduan di perantauan Jogja ya, mas.
    Saat pikiran dirundung rindu seperti itu, menikmati secangkir kopi jadi terasa lebih nikmat ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gambarannya sperti itu mas. Salah satunya yg slalu setia ada adalah kopi mas. Hehe

      Delete
    2. Eh kok samaan kita, mas Ian
      Kopi juga teman setiaku.
      Ini beneran loh ...

      Saat kadang sendirian ngelamun, pikiran entah kemana ..., ya secangkir kopilah yang selalu setia menemani aku.

      Delete
    3. Hahahahaaa.
      Mungkin karena perpaduan manis sama pahitnya yg membuatnya setia.

      Delete
  4. Jogja selalu bikin kangen. Wedang uwuhnya bikin tambah kangen, maklum bukan penikmat kopi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada sesuatu pada satu tempat yg memang kadang slalu bikin rindu. Hehee

      Delete

Home