Lagi (Menawar Cinta)

Kemarin sempat membuka kembali sebuah buku kumpulan cerpen milikku. Buku itu berisi 30 buah cerpen. Tentu saja penulisnya bukan saya sendiri. Saya dan beberapa teman berinisiatif membuak buku kumpulan cerpen itu beberapa tahun yang lalu. Judulnya "Menawar Cita". Kebetulan judul buku ini adalah judul dari cerpen yang sanya tulis. Cerpen yang ada dalam buku itu tentunya. :)

Cerpen ini bercerita tentang cinta dan persahabatan. Seorang perempuan yang diperhadapkan pada sebuah masalah, yaitu terjebak diantara dua pilihan. Memilih orang yang dia cintai atau memilih orang yang mencintainya. Namun, pada akhirnya, perempuan tersebut kehilangan keduanya. Pokoknya intinya seperti itu. :D

Ada kata-kata yang sedikit membuat saya harus menulis tulisan ini. Beberapa kalimat yang terdapatdalam cerpen itu.
Ada sebongkah tetes air mata jatuh lumuri kerinduanku yang sia-sia. Hatiku terasa kosong dan hampa. Aku mulai mengenal air mata dalam cinta....
AIR MATA. Mengapa harus air mata? Itu pertanyaan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan tulisan saya ini. :D :D :D

Saya menuliskan ini hanya teringat dengan sebuah kalimat bahwa "Love is Tragedy". Cinta itu adalah tragedi. Benarkah cinta itu adalah sebuah tragedi????

Sepertinya itu adalah salah satu dari sekian banyak definisi tentang CINTA.

Menawar Cinta
Lihat Komentar

6 comments

  1. Menawar cinta
    Dengan tulus atau setia
    Tapi hatinya tak menerima
    Rindupun tertumpuk sia-sia....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rindu itu akan menumpuk lalu akan mengering dan hancur luluh berantakan....

      Delete
    2. Ya akan hancur berantakan
      Lalu habis dimakan
      Sama rayap kehidupan
      Dan berubah laron ke bulan

      Delete
    3. Lalu semua akan kembali dari awal.
      Memulai sesuatu dengan rindu yang berbeda meski sama....

      :)

      Delete
  2. Kisah cintanya bagaikan buah simalakama, dan pada akhirnya gak ada yang kepilih, kasian juga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.... Sungguh kasian sob.... Kisah cinta yang berujung kepada air mata kepedihan... :D

      Delete

Home