Rindu Menulis Sastra | IAN KONJO

Rindu Menulis Sastra

Rindu Menulis Sastra, Rindu Menulis, Sastra, Ian Konjo

warnahost.com
Saya ingin menceritakan sedikit tentangku.

Dulu. Di waktu yang sangat lampau. Saya sering dan paling suka menulis sastra. Menulis apa saja. Puisi, cerpen, naskah, dan banyak lagi. Namun, saya tidak ingat persis kapan aktivitas menulis itu mulai menurun. Bisa dikatakan hampir tidak ada aktivitas itu lagi.

Menulis puisi sangatlah mudah bagiku karena ide-ide itu selalu saja muncul bahkan kadang berdesak-desakan. Saya biasanya bisa menulis tiga sampai empat puisi perhari. Tapi lagi-lagi itu dulu. Di waktu yang sudah sangat lama. Jika sekarang ada yang meminta untuk dibuatkan puisi, pasti saya minta jeda dua  sampai tiga hari. Padahal, dulu bisa sampai beberapa menit saja sudah jadi. "Itu dulu". ^_^

Semalam, entah karena apa atau dapat petunjuk dari mana. Ditambah lagi dengan suasana yang sangat bising. Naluri menulis itu kembali bergolak. Hehehe.

Ceritanya begini. Semalam seorang teman meminta saya mendesain pamflet untuk persiapan kegiatan "Malam Perayaan Puisi & Tanggal Lahir IPASS". IPASS itu adalah nama organisasi seni dan sastra yang saya geluti. IPASS itu singkatan dari Ikatan Pemerhati Seni dan Sastra yang biasa juga kami sebut "Nirwana Kecil".

Kembali ke desain pamflet. Nah, selesai membuat desain yang super simple, teman saya itu kembali meminta saya untuk menambahkan puisi dalam desain pamflet itu. Wah, awalnya pusing juga tiba-tiba diminta buat puisinya. Hhmmm.... Lalu tiba-tiba... Hahahhaa... :D

Saya coba saja berkonsentrasi dan akhirnya jadilah puisinya. Meskipun pendek tapi kata teman, maknanya dalam. Hehe.

Ni dia puisinya:
Sayang, Kemarilah!
Bacakan puisimu untukku sekali lagi
Tak perlu panjang,
Cukup namamu dan namaku saja.
Itu saja yang ingin saya kisahkan... :)
Aku ingin kembali menulis!


Malam perayaan puisi
Desain Pamflet
Home