Perjalanan Panjang (Bira Beach) | IAN KONJO

Perjalanan Panjang (Bira Beach)

warnahost.com
Akhirnya bisa posting lagi di blog kesayangan saya ini. Sebenarnya banyak yang ingin saya tulis tapi lupa semuanya sakin banyaknya. Yang paling saya ingat hanyalah perjalanan dari Makassar ke kampung halaman (Herlang Bulukumba) yang begitu melelahkan namun seru. Lumayan juga karena untuk pertama kalinya pulkam dengan rentang waktu yang begitu lama (7 jam), padahal jarak tempuh dari Makassar ke Herlang biasanya hanya empat atau lima jam saja. Tapi kali ini benar-benar menguras tenaga dan harus tinggal beberap kali untuk beristirahat.

Salah satu alasan kepulanganku ke kampung halaman kali ini adalah untuk menghadiri resepsi pernikahan sahabat, teman, sekaligus saudara buatku. Mereka menikah setelah beberapa lama menjalin asmara dengan status pacaran. Sekali lagi selamat buat Ridho & Ridha yang telah mengikrar dan mengikat janji dalam sebuah jenjang pernikahan. Nah, ini dia foto mereka.....

Ridho & Ridha

Serasikan mereka????

Oke. Kembali lagi ke cerita perjalananku kembali ke kampung halaman tercinta. Siang itu 4 Mei di tengah terik mentari yang terus menyengat kulit. Aku berangkat boncengan dengan salah satu teman, Tiarnamanya. Tapi, teman-teman di lembagaku memberinya sebuah gelar di belakang namanya itu. "Jimbe", itulah gelarnya. Terkadang ada juga yang memanggilnya "Siluman Jimbe". Mungkin karena kelihaiannya memainkan alat musik pukul tersebut.

Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 wita, namun kami berdua belum juga berangkat padahal kami awalnya merencanakan untuk berangkat pagi sekitar pukul 09.00 tepat. Tapi semuanya berubah karena kami ingin memastikan teman-teman lain yang mungkin saja ingin berangkat bareng. Ternyata memang iya. Beberapa teman ingin berangkat tapi terkendala pada kendaraan. Langsung saja kuambil handphoneku dan menghubungi beberapa teman yang punya motor. Setelah beberapa lama, akhirnya ada yang bersedia ikut. Akhirnya kami memutuskan untuk menunggunya.

Sepuluh menit kemudian, hape milikku kembali berbunyi. Ah, rupanya teman yang tadi batal berangkat karena beberapa alasan. Ahkirnya kuputuskan untuk berangkat walau hanya berdua saja.

Matahari masih sangat terik. Kupacu sepeda motorku secepat mungkin dengan harapan bisa sampai ke kampung dengan cepat. Tapi, itu hanyalah harapan. Setelah melewati dua kabupaten, aku terpaksa harus mengurangi kecepatan sepeda motorku berhubung karena ada perbaikan jalan sepanjang 10 km. Jalanannya lumayan hancur jadi menghambat perjalanan kami beberapa waktu lamanya. Jam sudah menunjukkan pukul 16 lewat beberapa menit. Setelah melewati jalanan rusak itu, kembali kupacu kecepatan sepeda motorku. Namun, lagi-lagi aku kalah melawan waktu. Sudah hampir mangrib. Aku harus beristrahat sejenak. Aku memilih untuk ke rumah teman yang kebetulan tidak terlalu jauh dari jalan yang kulewati. Aku menunggu hingga waktu shalat magrib lewat.

Aku siap2 melanjutkan perjalanan. Kali ini ada dua orang teman lagi dalam perjalanan karena teman yang kami tempati beristrahat memutuskan untuk ikut. Berangkatlah kami berempat. Malam telah meraja dan untung saja jalanan masih sangat mulus jadi bisa mempercepat lari motorku.

Setelah menempuh jarak kurang lebih 50 km, akhirnya sampai juga di tempat tujuan. Sangat melelahkan. Setelah beberapa lama aku kembali ke rumah untuk beristirahat.

***
Esok harinya
Matahari kembali bersinar dan menerpa wajahku dengan lembutnya. Aku dan tiga orang temanku memutuskan untuk melepas lelah di Pantai Bira yang letaknya kebetulan tidak terlalu jauh dari rumahku. Hanya sekitar 30 menit perjalanan. Setelah pamit pada ke dua orang tuaku, aku kembali memacu sepeda motorku. Tak lama kemudian sampai juga di Bira.

Hamparan pasir putih yang terbentang sepanjang pantai membuatku melupakan lelah yang masih meraja selama perjalan kemarin. Meski terik matahari agak panas namun semua itu tertepiskan dengan pemandangan di pantai itu. Ditambah lagi airnya yang begitu jernih membuat pemandangan menjadi lebih lengkap. Sangat menakjubkan. Sungguh indah. Nah, ini dia beberapa foto waktu di Pantai Bira.

Akmal & Chua

Aku sedang bergaya


Akmal

Tiar "Jimbe" sang kameramen

Fotonya cantik-cantik kan????? Setelah seharian penuh melepaskan lelah, kami pun berangkat kembali ke Makassar dengan perasaan sedikit lega.
Home