Salah satu alasan kepulanganku ke kampung halaman kali ini adalah untuk menghadiri resepsi pernikahan sahabat, teman, sekaligus saudara buatku. Mereka menikah setelah beberapa lama menjalin asmara dengan status pacaran. Sekali lagi selamat buat Ridho & Ridha yang telah mengikrar dan mengikat janji dalam sebuah jenjang pernikahan. Nah, ini dia foto mereka.....
Ridho & Ridha |
Serasikan mereka????
Oke. Kembali lagi ke cerita perjalananku kembali ke kampung halaman tercinta. Siang itu 4 Mei di tengah terik mentari yang terus menyengat kulit. Aku berangkat boncengan dengan salah satu teman, Tiarnamanya. Tapi, teman-teman di lembagaku memberinya sebuah gelar di belakang namanya itu. "Jimbe", itulah gelarnya. Terkadang ada juga yang memanggilnya "Siluman Jimbe". Mungkin karena kelihaiannya memainkan alat musik pukul tersebut.
Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 wita, namun kami berdua belum juga berangkat padahal kami awalnya merencanakan untuk berangkat pagi sekitar pukul 09.00 tepat. Tapi semuanya berubah karena kami ingin memastikan teman-teman lain yang mungkin saja ingin berangkat bareng. Ternyata memang iya. Beberapa teman ingin berangkat tapi terkendala pada kendaraan. Langsung saja kuambil handphoneku dan menghubungi beberapa teman yang punya motor. Setelah beberapa lama, akhirnya ada yang bersedia ikut. Akhirnya kami memutuskan untuk menunggunya.
Sepuluh menit kemudian, hape milikku kembali berbunyi. Ah, rupanya teman yang tadi batal berangkat karena beberapa alasan. Ahkirnya kuputuskan untuk berangkat walau hanya berdua saja.
Matahari masih sangat terik. Kupacu sepeda motorku secepat mungkin dengan harapan bisa sampai ke kampung dengan cepat. Tapi, itu hanyalah harapan. Setelah melewati dua kabupaten, aku terpaksa harus mengurangi kecepatan sepeda motorku berhubung karena ada perbaikan jalan sepanjang 10 km. Jalanannya lumayan hancur jadi menghambat perjalanan kami beberapa waktu lamanya. Jam sudah menunjukkan pukul 16 lewat beberapa menit. Setelah melewati jalanan rusak itu, kembali kupacu kecepatan sepeda motorku. Namun, lagi-lagi aku kalah melawan waktu. Sudah hampir mangrib. Aku harus beristrahat sejenak. Aku memilih untuk ke rumah teman yang kebetulan tidak terlalu jauh dari jalan yang kulewati. Aku menunggu hingga waktu shalat magrib lewat.
Aku siap2 melanjutkan perjalanan. Kali ini ada dua orang teman lagi dalam perjalanan karena teman yang kami tempati beristrahat memutuskan untuk ikut. Berangkatlah kami berempat. Malam telah meraja dan untung saja jalanan masih sangat mulus jadi bisa mempercepat lari motorku.
Setelah menempuh jarak kurang lebih 50 km, akhirnya sampai juga di tempat tujuan. Sangat melelahkan. Setelah beberapa lama aku kembali ke rumah untuk beristirahat.
***
Esok harinya
Matahari kembali bersinar dan menerpa wajahku dengan lembutnya. Aku dan tiga orang temanku memutuskan untuk melepas lelah di Pantai Bira yang letaknya kebetulan tidak terlalu jauh dari rumahku. Hanya sekitar 30 menit perjalanan. Setelah pamit pada ke dua orang tuaku, aku kembali memacu sepeda motorku. Tak lama kemudian sampai juga di Bira.
Hamparan pasir putih yang terbentang sepanjang pantai membuatku melupakan lelah yang masih meraja selama perjalan kemarin. Meski terik matahari agak panas namun semua itu tertepiskan dengan pemandangan di pantai itu. Ditambah lagi airnya yang begitu jernih membuat pemandangan menjadi lebih lengkap. Sangat menakjubkan. Sungguh indah. Nah, ini dia beberapa foto waktu di Pantai Bira.
Akmal & Chua |
Aku sedang bergaya |
Akmal |
Tiar "Jimbe" sang kameramen |
Fotonya cantik-cantik kan????? Setelah seharian penuh melepaskan lelah, kami pun berangkat kembali ke Makassar dengan perasaan sedikit lega.
foto2nya keren^^
BalasHapusyeahh,..jadi kangen nih ma pantai bira,samalah klo ke enrekang perjalanannya juga cukup melelahkan 5-6jam gitu
btw kak, kapan nyusul temannya yg dah merried itu?hehee#ngomporinbiarcepatnikahjuga
makassar - bira naik motor? wow ... :)
BalasHapus#kangenbira
mengunjungi pantai selalu membuat hati lelah kembali teduh... indah sekali pantainya. Fotonya cantik cantik. Terus perjalanan balik ke Makassar memakan waktu berapa jam tuh mas? 7 jam juga? :)
BalasHapus@Atma Muthmainna Heheehheheheee.... Makasih..
BalasHapusAku blum pernah nyoba naik motor ke Enrekang. Rencana nanti mau k sana pake motor.
Persoalan nikahnya itu belum ada jodohnya nih. Hihihi.
@risaIya. Naik motor. Seru pastinya kalau naik motor. Bisa menikmati keindahan tiap daerah yang kita lewati.... Risa boleh coba.... Hehehe.
BalasHapus@alaika abdullah Iya. Di pantai kita bisa melepas penat dan lelah.
BalasHapusKalau perjalanan pulang ke makassar lebih seru lagi karena dua hari perjalanan baru sampai. Heheheheheee... Sebenarnya sih bisa cepat tapi karena selalu singgah istrahat beberapa kali jadi lama deh....
Mantap.... :)
BalasHapusPerjalanan yang mengesankan...
Sayang sekali gag singgah ke rumahku tuh..he he
Kunjungan persahabatan...
^___^
Iya. sangat menyenangkan walau kecapean....
HapusRumahmu di manakah? hehehehe
Nama temenmu dan pasangannya bisa mirip gitu hehe :D
BalasHapusNggak tau juga knp. Mungkin karen amemang sudah jodoh kali ya! Heheheheee
Hapus