IAN KONJO
IAN KONJO
warnahost.com hostinger

Surat Terakhir Untuk Cinta — Black Mappaenteng: Sebuah Puisi Perpisahan yang Menyentuh Hati

Puisi "Surat Terakhir Untuk Cinta" karya Black Mappaenteng, dibacakan Bayu Balumba. Sebuah surat cinta penuh ketulusan yang ditutup dengan keikhlasan.
Surat Terakhir Untuk Cinta — Black Mappaenteng

Ada karya yang lahir dari rasa, hidup dalam kenangan, dan terus dikenang meski waktu terus melangkah. Begitulah puisi "Surat Terakhir Untuk Cinta", ditulis oleh saudara saya, yang dikenal dengan nama pena Black Mappaenteng — nama penuh makna yang disandangnya, meski nama aslinya adalah Muhammad Suwandi Yusuf.

Dulu, di masa kuliah, puisi ini kerap mengalun. Dan yang paling lekat dalam ingatan, ia sering dibacakan oleh Bayu Balumba. Setiap kali ia melafalkannya, kata-kata itu seolah hidup — bernapas, terasa, dan menggetarkan hati pendengarnya.

Puisi ini adalah surat cinta yang ditulis dengan kejujuran sepenuhnya. Cinta dipersembahkan begitu luas: bulan diletakkan di pangkuan, bintang dirangkai menjadi mahkota, hingga hati dan doa pun dipersembahkan. Bahkan penulisnya menemui Tuhan dan menanyakan tentang dirinya. Namun ketika cinta itu tak berbalas — tetaplah ia menanti, memohon sekadar senyum dan secercah pandangan. Dan ketika lelah menyapa, jawaban tetap sama: maaf. Maka ditutupnya semuanya dengan satu kata — bye — disertai harapan tulus: semoga Tuhan yang kelak mempertemukan mereka kembali.

Maknanya begitu sederhana namun dalam: mencinta bukan berarti harus memiliki. Melepas bukan berarti berhenti mencintai, melainkan menyadari bahwa takdir punya jalan yang kadang tak sejalan dengan keinginan kita.

Saya mengunggah kembali rekaman ini bukan sekadar bernostalgia. Lebih dari itu, agar suara dan rasa di dalamnya tidak hilang ditelan waktu — menjadi arsip sederhana, bukti bahwa karya yang lahir dari kejujuran hati akan terus hidup.

## Video Puisi

🎬 Video Pembacaan Puisi "Surat Terakhir Untuk Cinta" — dibacakan oleh Bayu Balumba
(Video menyusul)

## Naskah Puisi

Surat Terakhir Untuk Cinta
Karya: Black Mappaenteng

telah kucukupkan cintaku padamu
telah kuletakkan bulan di pangkuanmu
telah kurangkai bintang gemintang
lalu kujadikan mahkota untukmu
telah kuambil harum bunga
lalu kujadikan parfum untukmu
telah kuucapkan sejuta kata cinta di telingamu
telah kuhantarkan hatiku untukmu
telah kuajak bidadari untuk melamarmu
aku bahkan telah menemui Tuhan
dan menanyakan tentang dirimu

walau cintaku kau buang
walau matahariku kau campakkan
walau bulan tak lagi bertengger pada peluk malam
walau angin tak mendendangkan syair cinta
aku akan tetap di sini
menanti di tepi jalan ini

kumohon sayang
tetap berikan segaris senyummu untukku
sekedar penyemangat bahwa aku mencintaimu
kumohon sayang tetap kerlipkan matamu
agar aku tahu bahwa aku menyayangimu

aku akan tetap di sini
menanti sepi di ujung rindu
aku akan tetap di sini
menanti kekasih yang tengah tidur

kemana bidadariku pergi

bulan....
bolehkah aku meminta padamu
sampaikan salam rinduku padanya
pada perawan yang membuatku merana

dan angin....
bolehkah pula aku meminjam
meminjam dingin yang kau bawa
akan ku tanam cinta di hatinya
lalu ku semai di istana kasih

sayangku....
lelah aku berjalan
lelah aku berlari
lelah pula aku menanti
tetapi kau tetap dengan katamu — maaf!

dan untukmu wahai pujaan hati
satu kata, bye
semoga Tuhan mempertemukan kita lagi

## Kenangan

Puisi ini saya hadirkan kembali sebagai pengingat: karya yang lahir dari kejujuran perasaan tak akan pernah usang. Selama masih ada yang membaca, mendengar, dan menceritakannya kembali, ia akan terus hidup — melintasi waktu, dari satu hati ke hati lainnya.

Penutupnya adalah jalan pulang: kembali kepada Tuhan, kepada takdir, dan kepada keyakinan bahwa jika memang ditakdirkan, kelak kita akan bersua kembali. Mencinta dengan segenap jiwa adalah kebahagiaan tersendiri, meski pada akhirnya kita harus melepas dan mengucap selamat tinggal.

Jika karya ini menyentuh hati Anda, jangan ragu untuk membagikannya. Biarkan surat terakhir ini terus sampai kepada siapa saja yang pernah mencinta dengan tulus, dan tetap percaya bahwa pertemuan sejati adalah milik waktu yang tak pernah salah.

Makassar, 07 September 2026

Posting Komentar

Theme wordpress terbaik dan terpercaya