Puisi: Bulan yang Datang Melambat | IAN KONJO

Puisi: Bulan yang Datang Melambat

Puisi: Bulan yang Datang Melambat karya Andhika Mappasomba Daeng Mammangka

warnahost.com
Puisi: Bulan yang Datang Melambat

aku lihat bulan datang malu-malu
membawa cahaya merah jambu
dia berbisik sendu
aku berseru,
jangan kau bilang sesuatu
tentang rindu

aku belum bisa menanggung banyak malu

bulan memaksa jiwa
melamar kelam
menjadi benderang

bagaimana bisa?
aku tak kuasa!
kelam mengikat jiwa raga
memenjara bahagia
di harga selembar surat cinta

aku melihat bulan berulang ulang
bisiknya sama
Memerintah mulutku melamarmu

bagaimana bisa
aku hanya pejalan sunyi
tak berteman ramai dan senyum pemenang

bulan terus saja memaksa
aku tak berdaya


aku diam sejenak
sadar hati tak tahu kemana mengadu

baiklah
baiklah
aku akan melamarmu
membawa seluruh napas tersisa
meski itu hanya segelas tak penuh

meski kisah ini terlalu lama
dan bulan terpaksa melambat

tapi ketahuilah kekasih
aku akan datang melamarmu
tepat matahari terbit di hari ketujuh minggu ini

wahai semesta
bantu aku meraih tangan cinta
akan kupadatkan cahaya bulan menjadi cincin pernikahan, meski dengan bahagia diserta sedikit air mata

tuhan
jadikan aku hamba
yang turut pada perintahmu
mengikuti sunnah Rasulmu

aku akan berjalan ke altar penghulu cinta
entah bagaimana caranya
meski bulan selalu datang melambat

tolong aku
selamatkan cintaku

Gowa, 13.2.2018

Ditulis oleh Andhika Mappasomba Daeng Mammangka untuk mereka yang bejuang meraih derajat sebagai suami dan mengikuti sunnah Rasulullah. Mari mendoakan mereka.
Home