Puisi: Fatimah Karya Kusuma Jaya Bulu

warnahost.com

Sebuah puisi dari Kusuma Jaya Bulu.

Puisi: Fatimah Karya Kusuma Jaya Bulu

Fatimah,
Berlarilah, Nak
Temui air mata yang menangis
diguratan wajah rinduku
pada perempuan
yang melahirkanmu

Bacalah aksara
Pada setiap bait
Luka yang sudah tua
Di sana, ada jejak ombak
Serta prasasti masa lalu menggelantung
di tiap ruas imajinasi yang patah

Jika,
Aku sudah dipenghujung jalan
Biarkan tanya mengantarkan matamu
Menghitung sembilan puluh sembilan kata
Di dalam lipatan ingatanmu

Dan kupastikan,
Nama Ibumu kutaruh di setiap baitnya

Fatimah,
Tetaplah berlari, Nak
Jangan biarkan senyummu retak
Serta lelah yang genit merayu lelahmu

Maaf,
Maafkan ayah,
Aku tak kuasa
Menahan kata kata beranak pinak
Dan mengisi rongga rongga puisi

Fatimah,
Saat aku tak lagi kau temui di gelas kopi hitam
Seperti sebelumnya
Maka ceritakanlah pada adik adikmu
Bahwa,
Ayah adalah matahari
Ibumu purnama ke tujuh di bulan berdarah

Bila mereka bertanya
tentang apa yang kuajarkan kepadamu?
Jawab dengan sederhana
CAHAYA
Selebihnya adalah ketiadaan dan kematian


Kusuma Jaya Bulu
13/06/2019



Di bawah adalah video dari puisi ini....


Lihat/Beri KomentarSembunyikan Komentar
Home