Surat Untuk Cut Nyak Dien dan Kartini Muda

.
sebelum memulainya, dingin memenuhi ruangan ketika surat ini kutulis untukmu
Cut Nyak Dien;
namamu kuyakin tak ada yang tak mengenalmu
dulu kita diperkenalkan oleh guru-guru tentangmu sejak masih duduk di bangku merah putih
kau selalu disebut-sebut sebagai perempuan pemberani
semangatmu adalah kobaran api di padang ilalang yg akan terus bergejolak
sekarang; entahlah
.
Cut, kau tahu;
generasi-generasi penerusmu kini mungkin banyak yang tak lagi mengabarkan semangatmu itu
semangat berjuangmu; dan kebijaksanaanmu yang harusnya tetap ada hingga kini
kobaran-kobaran itu mestinya menjadi cahaya dalam gelap seperti yang disorakkan R. A Kartini semasa hidupnya:
"habis gelap terbitlah terang"
.
masih banyak yang ingin kutulis dalam surat ini
bukan hanya untuk Cut Nyak Dien yang hingga ujung nafasnya masih tetap berperang meski kakinya tak mampu lagi menopang tubuhnya yang renta
dan matanya yang tak lagi melihat dengan jelas
atau hanya untuk kartini yang harus merasakan kepedihan dan kebimbangan dalam berjuang agar bisa mencapai pendidikan tinggi bukan hanya mereka; tetapi untukmu
untukmu;
untukmu;
dan untuk kita semua
.
Cut;
aku sering bertanya tentang generasimu kini; para perempuan
masihkah mereka memancang tiang-tiang keteguhanmu dalam berjuang?
dan Kartini;
aku selalu ingin kaum perempuan meneruskan cita-citamu seperti yang kau tulis dalam banyak surat-suratmu itu; kritis dan berani
meski berat; meski dengan perjuangan yang amat sulit
.
sebagai penutup dari suratku ini
kepadaku dan kepada para perempuan
kemarilah;
perjuangan Cut Nyak Dien belumlah usai
dan padacita-cita R. A Kartini masihlahterbentang dinding
kitalah perempuan-perempuan yang harus meneruskannya!
.
.
Gowa, 21/09/2017

No comments

Post a Comment

Home