IAN KONJO
IAN KONJO
warnahost.com hostinger

Untuk Dini Hari yang Sunyi

Aku tidak terlalu ingat, kapan persisnya puisi ini aku buat. Kebetulan ada yang memberikan komentar di blog ini, jadi kucoba lagi membukanya dan membaca berulang-ulang. "Kayaknya ini puisi memiliki makna yang dalam", kataku dalam hati.



Untuk dini hari yang sunyi
Aku tak bisa mengutarakan kata "berapa" untuk menanyakan tentang waktu yang terlewati dengan segala pedih
Ataupun menghitung banyaknya kali ketika aku jatuh
Juga untuk kalkulasi dalamnya jurang yang kuhadapi demi seuntai asa dalam kesendirian ini

Untuk dini hari yang kadang tiada berarti
Mungkin saja dari sekian malam ketika dini hari mengutarakan maksud untuk menghiburku
Aku tak pernah menyadari adanya
Mengelus-elus hati dengan segenap sepi
Merayu dan mengisi tiap relungya

Untuk dini hari yang masih menyisakan banyak tanda tanya
Mendera sebelum satu pertanyaan terjawab
Hingga tumpukan-tumpukannya semakin membelenggu di biliknya

Untuk dini yang masih setia memberi ruang untuk rinduku
Menawarkan malam mencumbuinya
Lalu semua menjadi kosong
Namun meninggalkan satu cerita tentang kehidupan
Tentang aku yang masih menanti
Mencari jalan menemui rindu yang telah mengendap
Aku berterima kasih pada dini hari yang sunyi
Atas segala tanya yang kini memberiku kekuatan untuk bertahan

2 komentar

  1. Puisi yang indah. Latarnya juga bagus. Cantik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih pujiannya. Tapi ini puisi jadul. Sudah lama. ^_^

      Hapus
Theme wordpress terbaik dan terpercaya