Bayu

Ada pertemuan, akan ada perpisahan. Bertemu dan berpisah lalu bertemu kembali keudian berpisah lagi. Itu yang saya rasakan saat ini. Dua orang sahabat, saudara, dan teman sependeritaan selama menempuh jenjang perkuliahan di kota, akhirnya harus kembali juga ke kampung halaman mereka, Bima. Begitu banyak cerita yang terlalui. Tentu saja bersama-sama. Kisah yang tak akan kembali terulang lagi. Indah.

Sebagai anak kampung yang datang ke kota untuk menuntut ilmu dan dipertemukan pada sebuah alur cerita yang tak pernah kami rencanakan. Seperti itulah kira-kira awal kisah persahabatan ini dimulai.

Sidik
Jarak waktu yang dilalui selama berposes dan belajar menjadi sosok manusia yang kelak bisa membanggakan orang tua yang kami tinggalkan di kampung teramat jauh untuk ditempuh. Untung saja pertemuan dalam organisasi internal kampus membuat kami bisa saling membantu selama itu. Yah, aku masih ingat persis ketika aku dan beberapa teman seangkatan aktif sebagai pengurus himpunan mahasiswa jurusan, termasuk dua sahabatku itu, Bayu dan Sidik. Benar-benar persahabtan yang tak bisa ditukar dengan apapun.

Namun lagi-lagi semua itu hanya bisa dikenang saja sebagai satu babak perjalanan hidup menuju babak selanjutnya. Aku yakin, kelak kita akan dipertemukan lagi. Minum kopi sambil menghisap rokok danbercerita tentang satu babak yang pernah kita lalui itu. Sambil sedikit bercanda dan mengingat sedikit kekonyolan yang pernah dilakukan. Atau saling mengingatkan tentang kelucuan yang pernah membuat kita tertawa bersama.

Tolong ingat aku sebagai orang yang pernah menjadi sahabatmu di masa lalu.

Kutulis di Makassar dengan tanggal yang tidak bisa kutentukan......

Bagikan ke

10 Komentar

@Stupid monkey Heheheheheheheeee.... Tdak juga. Makasih tlah berkunjung kembali......

Semoga bisa bertemu lagi...

Semoga selalu jadi sahabat, ya, bukan cuma pernah ^_^

@Della Iya. Makasih telah datang berkunjung....