Sebuah persembahan dari seorang teman
Yunhi Yunetwijamalebbi'e


Jika esok, tak kau temukan lagi aku disini
Usah kau tanya kemana aku pergi
Mungkin aku tlah melangkah jauh
Tertatih.....
Tanpa kusadari.....

Aku ingin menepi, kekasih.....
Merenungi sekelumit pertemuan kisah kita
Melangkah tiada arah
Mencari serakan kata tentang janji yang terucap saat kau kecup keningku dulu
Mengenang kembali syair-syair indah saat imaji kita mulai gila
Terngiang lagi bisikan mesramu diantara desah nafas kita
Kau bilang, kau akan terus berharap seprti aku mengharapkanmu.....

Jalan yang kutempuh ini semakin kabur
Bukan karena debu atau cuaca yang berkabut
Tapi air mata yang selalu mengalir memburamkan pandanganku

Aahh......
Rupanya sesakit ini mencintaimu....

Bagikan ke

6 Komentar

mecinta itu menyakitkan...namun bisa juga menyenangkan..tergantung dari sudut mana kita memandangnya....keep happy blogging always..salam:-)

Betul skali daeng.. Cinta adalah tawa dan air mata...

Wassalam...

Menyampaikan surat buat kekasih
Jalannya kabur terhalang kabut putih
hatipun semakin sedih Dan perih
berharap cepat bersih dan jernih
meski hanya syairmu menjawab tanda masih
ada cinta dan kasih...

Hhmmm... Bicara soal surat kekasih ini, semalam saya buat sebait puisi. Bunyinya kayak begini:

Sayang, kemarilah. Bacakan puisimu untukku sekali lagi. Tak perlu panjang, cukup namamu dan namaku saja....

Cinta, selalu ada yang membuat tertawa dan menagis...

lebih baik di cintai dari pada mencintai :D

Bertepuk sebelah tangan dong :D
Tapi lebih baik lagi dicintai dan mencintai... Hehehe