(The Firstma)

Tak lelah menjaring seuntai rindu yang bersemayam dalam relung. menapak rel waktu yang mengantarkan asa pada pucuk hening. Hempaskan air mata pada retina yang tak mesti menetes. Esok; di sudut jalan itu telah bersinar delapan tangan yang berpegang erat. sangat erat. Hingga mayapada yang
Fana terlukis dengan suka duka kala siang atau malam. Isyaratkan beribu bahkan berjuta keindahan yang padu dalam keceriaan. Rindu akan tetap bersenandung kepada matahari hingga senja menjelma. Sahabat, sekalipun malam menghantui bumi dengan kelamnya. Satu keyakinan bila bulan akan mengurai cahayanya ke bumi. Tekad yang mengakar dalam kalbu tak akan pernah rapuh Meski malam menampakkan kelamnya. Liar dan beringas tanpa titik cahaya meneranginya, kita tetap tersenyum manis. Hingga waktu tak meninggalkan jejaknya di sini, Aku, kau ,dia, dan kita semua tetap terikat erat dalam satu ikatan.


Makassar, April 2010
Kuselesaikan Rabu (28/04) 01.06 AM dini hari.

Bagikan ke

0 Komentar