mengeja setiap kata dari namamu
menganyamnya menjadi bait-bait yang tak pernah habis
tetap saja kata-kata itu mengalir
seperti air yang mengalir dari asalnya
tak ada habisnya...

masih tentang puisi kerinduan yang selalu kutulis
aku ingin menjadikan tiap waktu yang terlalui
terpagari oleh setiap sajak yang kutulis
aku ingin menjadikan tiap rasa kerinduanku
sebagai payung kala gerimis dan hujan ada
aku ingin menjadikan setiap kata dari namamu
sebagai bahasa kalbu...

sajak yang kutulis ini masih tetap bercerita tentang rindu
rindu yang kini menjadi teman setia
rindu yang tak akan usai untukmu....

"Kepada nama yang tak pernah hilang dari nafasku"


Mamoa, 9/11/2011
Aku sendiri dalam keheningan tanpamu

Bagikan ke

9 Komentar

Wah emang siapa tuh nama yang tak pernah hilang dari nafasmu :p

@Untje van Wiebs Hehehe,,, Ada aja. Namax ada di slide bagian bawah..... Liat aja sendiri! :)

@fajar tuo janggo Makasih bro.... Baru blajar nulis nih.... :)

Ini linknya mas... http://artistutorial.blogspot.com/2011/09/threaded-comments-for-blogger-comment.html

suka puisi ini.. kok aku jd deg2an yah.. brasa puisinya buat aku.. hahaha.. :P

@Untje van Wiebs Makasih mbak......!!!!

@covalimawati Thank's nona! Hehe... kalo mrasa juga gak apa2 kok.... Hihi

seperti kata lagu "untuk sebuah nama rindu tak pernah pudar"
hmm,kata orang rindu itu indah......

@Atma Muthmainna Hahahahaaa..... Kayak lagunya pance nih!