Enam Mata Badik

Endapkan amarah yang membelenggu jiwa
Nyanyikan lagi lagu indah dari hati yang rindu
Amukkan imaji yang tak terbendung
Meranggas jadi reranting pada pohon cinta

Menapak waktu; menata rindu
Aral tak akan jadi bayang-bayang kelam
Terbanglah dalam mimpimu dan mimpiku
Ajarkan beribu makna tentang hayat

Bukan aku; tapi kita. kau dan aku
Andaipun kau enggan menjelma jadi satu; biarkanlah
Denting irama dari enam penjuru tetap bersenandung
Ingkari keegoan dan keangkuhan yang meraja
Kelak; enam cahaya surga akan tetap bersinar. tak kan pernah padam


Makassar, 23 Januari 2010
Nurani yang terdiam dalam asa

No comments

Post a Comment

Home