Kau Pemiliknya

Seperti biasanya, lagi-lagi mataku susah terpejam
Kepala sedikit tak bersahabat sejak sepulang kerja
Entah apa sebabnya, aku tak tahu
.
.
Aku ingin bertatap denganmu
Aku ingin menuntaskan rinduku
Tetapi, aku tahu jika itu sesuatu yang amat sulit
Bahkan pertemuan sebagai sesuatu yang bisa jadi penawar rindu itu
Pertemuan memang bisa jadi penawar atas semua rinduku yang kini bersemayam pada satu ruang hatiku
Tetapi aku takut
Sangat takut untuk menatapmu
Bukan karena pertemuan itu yang kutakutkan
.
.
Aku takut jika setelah pertemuan kita,
Akan lahir kerinduan lain karena sejatinya pertemuan itu menitipkan benih-benih kerinduan lain
Dan pertemuan kita hanya akan menumbuhkan kerinduan-kerinduan baru yang mungkin saja lebih dahsyat
.
.
Mungkin rindu ini kian lama akan terasa menyebalkan
Tapi untukmu, rangkaian kata sebanyak apapun tak akan pernah habis terangkai
.
.
Kau adalah penanda dari rinduku
Rindu yang tak pernah kau tarik kembali
Dan sajak inilah reingkarnasi rinduku yang benar-benar utuh
Kau adalah pemiliknya
Meski tiap kata yang kutulis hanyalah bagian-bagian kecilnya saja
.
.
.
Gowa, 17.12.2016

Bagikan ke

0 Komentar