Sedikit catatan tentang awal dari sebuah lembaga bernama "AKSARA"...... Tulisan ini ditulis salah seorang dari angkatan pertama lembaga tersebut.
Masih terngiang di telinga celutuk canda tawa sahabat di saat duduk beralaskan rumput yang menghijau tidak pagi ataupun sore. Pohon beringin yang menghijau ikut tersenyum menyambut kehadiran Anda di kampus orange. Begitu indah persahabatan ini. Ibarat bunga matahari, dia telah menaburkan bijinya di lahan yang kosong yang kau harap esok atau lusa, biji bunga matahari ini akan tumbuh menghiasi taman.

Kehadiran Kusuma Jaya Bulu di tengah-tengah kami begitu berarti yang bagi kami sendiri tidak akan melupakanya. Pribadinya memiliki seribu karakter. Diantara lelucon dan keseriusanya, tersirat ilmu ataupun pengetahuan. Kalimat-kalimat sederhana yang dia ucapkan tapi menyimpan seribu makna. Beberapa kalimat yang tersimpan rapi dalam memoriku yang pernah dikatakan: “Jadilah manusia yang senatiasa selalu merindukan pencipta-Nya, janganlah kalian memper-tuhan-kan perasaan atau memper-tuhan-kan yang bukan Tuhan. Di samping menggunakan logika, gunakan hati dalam mengambil keputusan. Mengapa mutiara itu mahal?" Dan masih banyak yang lain. Mungkin saja menurut orang-orang kalimat itu biasa-biasa saja dan bahkan sudah sering kali didengarkan, tapi bagiku kalimat-kalimat yang diucapkan daeng Bulu sedikit banyak mengubah persepsiku.

Anda telah mempertemukan kami dengan teman-teman Anda dan menjadikan mereka sebagai teman saya juga. Ada Eka, Ulfa, K’ Sewang, K’ Cullank, K’ Irhyl, K’ Ridho, K' Ian, serta teman-teman IPASS yang lain. Meski aku belum memahami pribadi mereka satu persatu tapi yang paling jelas saya tahu kalau mereka adalah sahabat yang mau meluangkan waktu dan berbagi ilmu dengan kami. Anda adalah pribadi-pribadi yang lucu, humoris dan selalu membuat kami tertawa. Kehadiran Anda di tengah-tengah kami memberi warna di hari-hariku. Anda semua adalah sahabat yang unik. Yakinlah kalau kami selalu merindukan kehadiran kalian, merindukan puisi-puisi Anda, petikan gitar serta canda tawa Anda. Meski saya dan teman-teman tidak memiliki kelebihan yang bisa kami perlihatkan kepada Anda, tapi aku berharap kita bisa saling merindukan meski waktu tidak selamanya mempertemukan kita semua.

Semoga pandangan kami tidak akan berubah… Anda telah membuat saya kagum pada kelebihan yang Anda miliki dan saya berharap Anda bisa membantu kami mempertahankan rasa kagum itu. Tunjukan kalau yang benar adalah sesuatu yang benar dan jangan sekali-kali mencoba membenarkan sesuatu yang salah atau memunculkan duri yang bisa merugikan orang lain, karena itu sama saja perlahan Anda menghapus warna dari rasa kagum yang ada selama ini.

Thanks for sahabat-sahabat IPASS. Sukses dan terus berkarya. Mungkin 1 tahun, 7 tahun atau 10 tahun ke depan, saya sudah melupakan raut wajahnya kita, tapi satu hal, kehadiran Anda di tengah-tengah kami tidak akan pernah terlupakan.


By: Psychology Education
Jumriana, 16 Desember 2008
Malam pentas perdana AKSARA FIF UNM
 

Bagikan ke

0 Komentar