Hujan peluru di negeri sana
Tak henti rangkul ratusan nyawa
Nyanyian mesiu masih berdendang
Anak-anak, orang tua, laki-laki dan perempuan
Jasad mereka terpisah dengan ruh
Sementara arwah-arwah itu tak tahu apa-apa
Batinku histeris saksikan darah yang mengucur

Aroma bubuk mesiu jadi selimut paru-paru
Nafas terengah-engah dan perlahan sesak
Tubuh-tubuh terkapar ruh-ruh menggelantung
Ratusan bahkan ribuan

Tuhan
Engkaulah Yang Maha Kuasa
Ulurkan mukjizat-Mu pada mereka

Makassar, 2009

Bagikan ke

0 Komentar