Perjalanan Rindu

Pernah, aku berpura-pura seolah tak terjadi apa-apa
Melalui hari yang selalu saja membuatku gagal memahami rasaku
Aku tak peduli pada kekuatan rindu ketika itu
Hingga pada satu titik dimana tak ada lagi yang mampu kuperbuat selain merindu
.
.
Kepura-puraanku sirna terhempas topan kerinduan yang mengamuk
Aku benar-benar terhempas jauh
Teramat jauh
Hingga perasaan itu tak lagi kurupai
Semuanya terasa sangat berbeda
.
.
Aku berusaha mengenali perasaan yang kacau ini
Mencoba mencari satu arah yang mungkin saja bisa membuatku meredam semuanya
Menafsirkan keadaan sebagai peta menuju sesuatu yang entah
Aku merangkai pecahan-pecahan mimpi yang tersisa ditengah amukan rindu ini
.
.
Cukup lama;
Rakaian itu masih belum utuh
Tetapi aku menemukan sketsa yang tak asing
Aku seolah pernah berada di titik itu
.
.
Aku masih berjuang mengenali rasaku
Aku belum menemukan kebenaran atas kepura-puaraanku
Aku tak menyerah.
Aku terus membawa langkahku mengikuti kemanapun arah menuntunku
Aku menghitungnya satu-satu.
.
.
Lalu, tiba-tiba semua buyar.
Aku ingat.
Aku baru sadar jika kau pernah menitipkan rindu pada satu ruang di hatiku
Di satu senja pada pertemuan kita ketika itu
Aku menemukanmu di sana
Berdiri seraya tersenyum.
.
.
Dan kini, aku tak bisa lagi berpura-pura seolah tak terjadi apa-apa
Aku menemukan rekahan senyummu
Sebab aku terlanjur jatuh cinta
Dan kau menjadi sebab atas rindu yang kualami
.
.
Gowa, 02 Desember 201

Bagikan ke

0 Komentar