Dingin………
Hujan masih jatuh perlahan
Bernyanyi dengan lembut
Atap rumah dari seng membuatnya sedikit gaduh
Dari kamar seberang terdengar lantunan ayat-ayat suci Al Qur'an

Hujan……
Rintikmu masih jelas terdengar
Aku menemukan rindu yang mati itu terjaga
Memanggil nama yang entah sejak kapan dikenalnya
Perlahan dan mendekatiku seraya bertanya tentang alasan membangunkannya

Hujan....
Kau tahu aku menjawabnya apa?

Hmmm……
Tentu saja kau tahu karena kau mengingatkan aku pada senyum seseorang
Dan rindu itu kualamatkan padanya…


Makassar, 23 Juni 2014


Hujan & Rindu

Bagikan ke

0 Komentar