Memulai menulis ini, aku akan sedikit tertawa mengingat kata-kata yang diucapkan seorang teman malam tadi. Meski harusnya itu adalah doa. Tetapi entah mengapa, ada yang menggelitik dari kalimatnya itu. Aku tak perlu memberitahu kalimatnya. Tidak apa-apa kan? Kita anggap saja itu adalah sebuah lelucon menjelang pergantian tahun masehi ini. Atau anggap saja sebuah kalimat penyemangat menuju tahun yang baru untuk sebuah awal yang baru. Aku rasa ini akan lebih menarik untuk kukatakan.

Catatan: Pengakuan

Aku ingin sedikit mengingat perjalananku dalam hidup ini dari beberapa tahun yang lalu. Mungkin tahunnya akan sedikit jauh ke belakang. Dan di tahun masehi ini adalah kali pertama kulakukan itu. Mungkin karena aku tak terbiasa memperingatinya seperti kebanyakan orang. Bagiku, memperingati pergantian tahun seperti ini hanyalah sebuah kesia-siaan jika yang kita lakukan bukan hal mendekatkan diri kepada sang pemilik kuasa dan bersyukur atas roh yang masih belum diambil-Nya. Memperingati pergantian tahun dengan menghamburkan uang lalu menghiasi langit dengan cahaya yang berwarna warni. Suara motor yang sengaja dimodifikasi hingga memekakkan telinga, setelah itu balap-balapan tak jelas. Berteriak sekencang-kencangnya. Atau membakar kembang api di tengah jalan dan mengganggu penguna jalan yang melintas.

Ini bukanlah sebuah ceramah. Hanya sekedar mengingatkan saja. Pergantian dari waktu ke waktu adalah sebuah tanda bahwa dunia semakin renta. Kita tak akan pernah bisa kembali ke hari kemarin dan kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi esok.

Tahun-tahun yang berlalu adalah sebagian dari kenangan-kenangan yang mengisi perjalan hidup ini. Aku bersyukur satu hal hari ini. Bahwa tak ada yang lebih membahagiakan dari keceriaan yang masih melekat erat. Senyum yang tulus dan orang-orang yang peduli padaku. Meski kadang ada yang melukai perasaan dan juga melukai hati. Tapi bukankah sesungguhnya kehidupan ini memang seperti itu? Bukankah indahnya kehidupan itu ketika kita masih bisa merasakan luka, duka, perih, suka, air mata dan tawa? Bukankah hidup itu memang penuh gelombang dan lika liku?

Tahun-tahun berlalu itu adalah sketsa dari sekian banyak kenangan yang berjejak. Yang pahit, perih dan duka telah kujadikan salah satu guru terbaik untuk belajar menjadi lebih baik. Menjadi orang yang menghargai kebahagiaan yang ada. Menjadi orang yang tetap menjaga apa yang telah kumiliki.

Selalulah bersyukur. Milikilah hati yang selalu merasa cukup karena sesunguhnya itulah orang yang paling kaya dan bahagia.

Selalulah memiliki cinta. Kau bisa mempelajari semua hal tentang apa yang kau kerjakan dari buku-buku. Tetapi saat kau menjalaninya tanpa cinta, ia akan mengadukmu seperti dunia yang terus berputar. Cinta akan tetap menjaganya menjadi penyemangat saat dia akan terjatuh.

Selalulah tetap menjadi baik.


Gowa, 1.1.2017
Cat. tidak diedit

Bagikan ke

4 Komentar

Masa lalu memang tidak semuanya harus dikenang. Namun boleh juga sesekali mengenang atau memperingainya sebagai cerminan untuk langkah di kemudian hari

kalau dalam bahasa mahfudhat "lan tarji'al ayyam allatii madhat" tidak akan kembali waktu yang telah berlalu....

semoga kita semua selalu bisa bersyukur dengan apa yang kita miliki..

wah puisinya bagus banget

Betul itu kan.... Masa lalu bisa dijadikan pelajaran yang berharga...

Betul Om.Yang sudah berlalu tak akan pernah kembali...

Amin ya Rabb.
Semoga Om.