Senyummu Pada Mataku


kepada perempuan dengan senyum manis
.
.
Hujan masih belum reda sejak siang kemarin
Malam menjelma dingin yang menusuk seperti rindu
Perlahan kantuk mulai menggoda
Mataku berulang kali meminta tuk dipejamkan
Barangkali jenuh menunggu bulan yang tak juga bersinar
.
Tetapi, tidak!
Aku memutuskan untuk tetap terjaga dan menuntaskan ini untukmu
Rasanya tak tenang jika belum kutuliskan
.
.
Tentang malam ini, aku sengaja tak menutup pintu rumah
Aku tak peduli dinginnya sebab aku percaya jika rindu akan menghangatkanku
Aku tak peduli derai hujan yang semakin betah bercumbu dengan bumi
Sebab aku yakin jika rindu akan menenggelamkan rinainya
.
.
Tentang rinduku pada dingin yang menggunung
Dan malam yang semakin pekat
Aku ingin menuntaskan rasaku segera
Tetapi rinai-rinai hujan yang jatuh itu seakan membawa rindu-rindu baru di tiap butirnya
Aku tertikam olehnya.
.
.
Sesekali kutatap cahaya lampu jalan di ujung lorong
Sinarnya seperti kerinduan yang tak padam walau sederas apapun hujan menerpanya
Ia tetap bercahaya seperti senyummu pada mataku
.
.
Sebelum kupejamkan mataku, ada namamu yang kusebut.
.
.
Gowa, 13.12.2016

Bagikan ke

0 Komentar