Oleh: Andhika Mappasomba Daeng Mammangka
.
saudaraku para mujahid
yang bersimpuh di subuh hari
yang bertebaran di siang hari
mencari keridhaan ilahi
menegakkan kalimat tauhid
menebarkan benih cinta ke islaman
mendengungkan kalimat-kalimat allah
di dalam sajadku kuuntaikan kata kagumku
meski kutaksanggup memekikkannya ke langit
turut bersamamu masuk ke medan juang
turut bersamamu menyusuri jalan panjang pulau jawa
turut bersamamu menyerukan keadilan di bandar bandar nusantara
turut bersamamu melintasi gurun-gurun di timur tengah
engkaulah itu kekasih allah
cahaya surgawi
yang mengokohkan kebenaran agama di semesta raya
.
saudaraku para mujahid
melepuh pundakmu dipanggang matahari dan hujan
melepuh kakimu menyusuri jalan raya perjuangan
dan aku terlalu pengecut untuk turut
dunia masih mengikatku dengan indah tipuannya
dan kaulah itu guru akhirat yang nyata
menyongsong daun-daun sorga dalam langkahmu
.
saudaraku para mujahid
dalam wajahmu aku bercermin
betapa munafiqnya aku
tak turut berjuang di jalan sorgawi
namun mengolok-olokmu dengan kalimat neraka
.
maafkanlah aku mujahid wahai para mujahid
dunia melenakanku seolah kekal abadi
dunia menggodaku seolah abadi sajak-sajaku
maafkan aku mujahid
tak turut berdiri di tepi jalan memberimu segelas air
tak bisa turut memberimu sepotong roti
di tepi jalan yang jauh dan sunyi
kumohonkan doa untukmu para mujahid
semoga allah menguatkan langkah-langkahmu
membela agama, membela kitab langit dan membela kalimat allah
.
allahu akbar
allahu akbar
berjalanlah para mujahid
semoga panas matahari menjadi saksi niat jihadmu
semoga tetesan hujan menjadi saksi jalanmu ke sorga
doaku menyertai langkah-langkah kecilmu yang letih
.
wahai para mujahid
engkaulah itu tentara allah
yang berjuang menegakkan kalimat allah
aku bangga kepadamu
aku mencintaimu
tetes peluh dan darahmu adalah pesan yang terus menyala
takkan padam di siram hinaan dan caci maki kaum fasik
akan terus menyala hingga akhir masa
.
allahu akbar
allahu akbar
.
wahai para mujahid
dengan sunnah dan kata-kata rasulullah
kau sonsong matahari dengan keberanian di dada
kau penuhi jalan-jalan kota jakarta
seperti wukuf di arafah, seperti lautan putih di makkah
berjuta kalian di sana
satu warna satu hadapan
kiblatmu ka’bah yang suci
satu gemuruh yang penuhi dada dan angkasa nusantara
takbir
allahu akbar
takbir allahu akbar
.
bergeraklah para mujahid
berjalanlah para mujahid
kau takkan pernah sendiri
berjuta saudaramu melihat dari sini
berjuta saudaramu mengirimu langkahmu dengan doa-doa
.
dunia sementara
akhirat selamanya
dua kalimat yang menawan hatiku
mengikis ego dan kemunafikan jalan-jalanku
.
yaa mujahid
yaa kekasih allah
salam dari kami
sebab kutahu kau berjuang bukan untuk membunuh dan melukai
kau hanya ingin hukum ditegakkan di republik ini
bergeraklah para mujahid
di tangan dan mulutmu kutitipkan kalimat seruanku
tegakkan hukum di nusantara


Selatan Nusantara, 1 Desember 2016

Andhika Mappasomba
Andhika Mappasomba Daeng Mammangka

Bagikan ke

0 Komentar