Jika kau membaca surat-suratku,
Kau akan menemukan kerinduan yang tidak akan habis kau baca....

Di malam kian lelap....
Aku masih setia menyusun kata dari bisikan-bisikan rindu yang entah kapan akan bermuara
Lalu, tak ada siapapun yang akan mampu menghentikannya
Bahkan diriku sendiri.

Jika kau membaca surat-suratku, kau akan menemukan satu nama di dalamnya.
Yaitu namamu....
Dan puisi ini aku tulis dari huruf-huruf namamu yang selalu mengisi ruang di otakku.
Kau menjadi bayangan pada siang dan malamku.

Jika kau membaca surat-suratku, kerinduan-kerinduan itu akan terus mengaliri nadimu.
Aku merasakan hangat pada sekujur tubuhku.
Aku merasakan getar dalam tiap tarikan nafasku.
Aku masih menulis isi surat-suratku.

Jika kau baca surat-suratku, namamu akan tetap bersemayam di sana.
Lalu pada malam yang gigil....
Jiwaku kian tak tertahankan menyusun aksara agar tersusun rapi.
Aku masih menulis.....

Aku dengan segenap aku yang masih merangkai kalimat-kalimat ini.
Jika kau membaca kalimat terakhir dari surat-suratku, tutuplah matamu agar aku tahu jika kau telah usai membacanya.

Jika kau membaca surat-suratku, kau akan menemukan kerinduan yang tak akan habis kau baca....


Gowa, 19.04.2016/Ian Konjo


poster surat

Bagikan ke

4 Komentar

jika kau membaca surat-suratku, maka rasakanlah rindu yang berkecamuk dihatiku.

Meski suratmu tak aku baca, rindu itu tetap saja tampak kepermukaan. Ia mengamuk. Sungguh. Hehehehe

bersiaplah. aku akan segera sampai ke pelukanmu *tsahh hihihii

Untukmu, pintu selalu terbuka. Kemarilah.

Ahhaiii...