Kau perempuan yang jadi penawar lukaku
Ramuan senyummu tak sekalipun lalai membuat lebam luka itu kembali kering
.
Aku semakin tenggelam dalam rasa ini
Rasa yang membuatku mampu melewati malam-malam panjang tanpa mimpi buruk dan ketakutan-ketakutan yang menghantuiku ketika mataku hendak terpejam
.
Rekah senyummu tertanam begitu amat dalam
Kau benar-benar menjadi ratu dan satu-satunya putri yang menyuburkan rindu pada kemarau panjang yang telah lama bersemayam di dadaku
Kau menjelma rasa yang tak pernah mampu aku terjemahkan
Kau menjelma rasa yang tak pernah mampu aku tepis
Kau menjelma cahaya dalam hening malamku yang gulita
.
Darimu, aku bisa belajar berjalan tegak dari pedih yang membuatku terpuruk
Karenamu, aku selalu bisa terlepas dari senyum yang penuh kepura-puraan


Gowa, 20/09/2015

Bagikan ke

0 Komentar