.
Seperti cericit burung pagi
Seperti gemericik air sungai
Seperti gemuruh air terjun
Seperti lantunan doa musafir
Seperti alunan suara angin
Seperti rengek tangis bayi malam hari
Seperti namamu sayang
Terselip di antara semua suara semesta
Menyebut namamu pada telinga jiwaku mendesah-desah
.
Bagaimana aku bisa melupakan namamu dan menghapusnya utuh dalam ingatanku, namamu telah menjadi karat dan akar cinta dalam napasku
.
Tanpa dirimu kini
.
Waktu menjelma jurang kesedihan
Pada matahari pagi adalah lukisan air mataku
Pada matahari tepat senja adalah lukisan hatiku yang menderita
Dan pada malam adalah kesunyian jiwa yang membawa belati
.
Tanpa dirimu kini
.
Bunga cinta yang sama kita tanam di tepian danau saat gerimis itu, tak bisa mati. Kabut dan air mata musafir menyuburkannya.
.
Sajak-sajakku memang tumbuh tanpamu
Tapi bukan lagi tentang sajak tentang kau dan aku yang berlari dalam gerimis, bermain sampan, mendaki gunung dan menjelajahi hutan belantara buku-buku.
.
Sajak-sajakku memang tumbuh bersama lagu, dan lukisan-lukisan yang merah jambu. Tapi kesunyian abadi.
.
Di depan cermin, aku takut tersenyum
Sebab lengkungan senyumku selalu saja dibayangi kemiripan dengan senyummu yang dulu selalu merekah dalam persembunyiian kita.
.
Tanpa dirimu kini
Dan entah di bumi manakah kini kau bernaung di bawah langitnya.
.
Jika saja di sebuah senja, kau menyaksikan seorang lelaki lusuh, kumal dan berantakan, duduk menghadap laut dengan tatapan yang kosong, sapalah.
Mungkin itu aku yang sedang duduk mencarimu dalam keajaiban, mengaharap ketiba-tibaan waktu yang mengantarkan dirimu kepadaku.
.
Jika kau menemukan sebuah makam tanpa nama dengan bebatuan berserakan, nisan tumbang dihempas rayap, duduklah simpuh mengirimkan doa untukku. Mungkin itu makamku. Lelaki yang tak letih menyebut namamu.
.
Jika pula esok kau menemukan buku puisi yang di sampulnya tertera namaku atau namamu. Yakinlah. Itu untukmu!


BK12915. Sajak ke 93. Andhika DM Pin BB 54C6F98D

Bagikan ke

2 Komentar

jalinan katanya sangat indah seindah beksond nya banget, superkreatif cara penyajian artikel puisi namanu sayang nya teh euy

Hehee. Makasih Kang atas pujiannya. Hehehe.