2112. Satu moment lagi yang terlewati dengan kesenduan. Untuk beribu kali kembali menyayat hati. Sadar, jika tak ada lagi ikatan seperti dulu. Entahlah. Tak pernah ada anggapan jika tak ada lagi rasa itu. Sebuah keyakinan jika keterpatrian akan segala kenangan dalam keceriaan itu akan tetap hadir bersama canda dan tawa yang ada. Hadir di sela-sela senyum yang mungkin saja bisa membuyarkannya lalu menenggelamkan dalam dekapan rindu yang tak tertahankan.

Semoga dengan ini, tak ada yang akan berubah. Sebab tak ada lagi yang paling terharapkan selain tutur sapa dan sedikit senyum untuk mengobati segala yang dirasakan menumpuk dalam hati. Tak ada harapan selain mimpi yang pernah ada dan terikrarkan.

Hari ini semua kenangan tergambar nyata di kelopak mata yang ingin meneteskan air mata. Ah, mungkin ini terlalu kekanak-kanakan atau terlalu "lebay". Tapi, kita ini manusia yang tak ada kesempurnaan untuknya.

Bagikan ke

2 Komentar

@Untje van Wiebs Gak paham gimana mbak Untje? Apa bahasanya terlalu amburadul ya? Hihi