Saya ingin menceritakan sedikit pengalaman kemarin yang seumur pengetahuan saya, baru kali ini saya menemukan pengalaman ini. Patutlah kita jadikan pelajaran berharga untuk semua sebagai hamba Allah.

Ceritanya begini. Seperti biasa, setiap sore saya rutin latihan musik bersama teman-teman yang lain untuk persiapan pementasan. Hari itu hujan baru saja berhenti mengguyur kota kami (Makassar). Karena kebetulan hari itu (Minggu), ada salah seorang teman yang sedang berulang tahun dan dia memanggil kami semua untuk ke rumahnya karena ada acara makan-makan. Dalam pikiranku, seperti biasalah. Orang ulang tahun pasti menyediakan kue tart dan lain-lainnya. Saya sempat membayangkan memakan kue tersebut dengan lahapnya.

Hari semakin sore dan sudah hampir masuk waktu shalat maghrib. Latihan sementara dihentikan kemudian dilanjutkan setelah shalat isya. Saya bersama teman-teman yang lain berangkat ke rumah teman yang berulang tahun. Saya sendiri sudah tidak sabar lagi untuk sampai di sana secepatnya. Maklum, sudah agak lama tidak makan kue ulang tahun. Hehehehe... :).

Perjalanan sekitar 5 menit, sampailah kami ke tempat yang kami tuju. Rupanya sudah banyak tamu yang datang, bahkan sudah pamitan untuk pulang. Segera saja saya masuk dan mengambil tempat duduk paling depan. Teman-teman yang lain menyusul. Tuan rumah mulai membawa makanan ke atas meja di ruang tamu tempat kami berkumpul. "Sebentar lagi saya akan makan enak", kataku dalam hati.

Tapi, tiba-tiba saja seorang kakek (mungkin kakeknya teman yang berulang tahun) berkata: "Silahkan dibuka Al Qurannya". Saya dan beberapa teman disodori Al Quran untuk dibaca. Pokoknya hari itu, semua teman-teman membaca Al Quran. Termasuk saya pastinya. Setelah itu, ada salah seorang lagi dari kami diminta untuk memberikan sedikit ceramah atau teman-teman katakan "kultum". Dilanjutkan dengan membaca puisi karena memang kami terhimpun dalam sebuah organisasi seni bernama "IPASS", dan seterusnya, sampai kami dipersilahkan untuk makan.

Seperti yang saya katakan tadi, ini pengalaman pertama saya menghadiri acara ulang tahun yang seperti ini. Mengaji, kultum, dan baca puisi. Saya merasa sangat terharu dan tersentak karena di jaman seperti ini, sangat jarang dan mungkin kita tak pernah menemukan orang merayakan ulang tahunnya dengan acara seperti ini.

Biasanya, merayakan ulang tahun dengan kue tart dan beberapa lilin yang dinyalakan dan kemudian meniupnya lalu menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Tapi yang kulihat hari ini sangat lain. Saya kira, hanya itu cerita saya. Semoga kita merayakan ulang tahun dengan cara seperti ini. Mengadakan syukuran dan bukannya meniup lilin seperti kebiasaan-kebiasaan orang Yahudi. Semoga kita terhindar dari perbuatan-perbuatan yang tercela. Amin!

Untuk Ndi' Muli yang berulang tahun (25/12/2011). Selamat ulang tahun ya. Semoga selalu diberikan reski dan kesehatan oleh Allah Swt. Amin.

Bagikan ke

10 Komentar

bagus tuh mas,pautu di contoh cara merayakan ulang tahunnya :)

ulang tahun yang unik,dibarengi dengan syukuran atas bertambahnya umur
aku sendiri ga pernah ngerayain ulang taun,paling cuman makan malam bareng....

oia,selamat ulang tahun buat temannya^^

@Asep Saepurohman Iya... Sesuatu yang unik namun sangat bermanfaat....

@Atma Muthmainna Heheheheee.... Tapi setidaknya adalah rasa syukur atas bertambahnya umur kita.....

Anak2 muda sekarang perlu ni acara ultah yang pakai buka Qur'an ... biar pengurangan umurnya lebih berhikmah ^_^

alhamdulillah ya sesuatu bgd...faedah nya membaca alqur'an,dan kultum ....salut,,,,lanjutkan,

@Mugniar Iya. Setidaknya sebagai salah satu cara membantu bangsa ini menjadi yg lebih baik lagi dan memiliki moral yang baik juga... semua dimulai dari yang muda-muda...

@mariyam Iya, makasih. Semoga yang membaca tulisan ini dan ingin merayakan hari jadinya bisa juga seperti ini supaya lebih mendekatkan diri terhadap Allah Swt..

keren gan, patut dijadikan contoh

Cerita yang sangat jarang ditemui di jaman sekarang ini.... Salut