dini hari aku terbangun dan tersentak
ada yang hilang pada satu sisi hidupku
aku mengingatmu malam ini
pada sepertiga malam yang bisu
diam tak bergeming

aku mengingatmu malam ini
dengan tetesan air mata kerinduanku
sungguh.......

dan andai kau tahu, bulan malam ini enggan tersenyum
melambaikan cahayanya yang kemarin menerpa wajahku
aku mengingatmu malam ini
dengan desis angin yang merayu
menantang gelisahku lalu pergi

aku mengingatmu malam ini
pada separuh bintang yang masih menggantung di sana
pada langit pekat nan dingin

dini hari aku terjaga
menghalau sepi di ujung pikiranku
aku mengingatmu malam ini
pada untaian sajak yang tak bermakna

air mataku akan kuendapkan dalam kamar
agar tak mengalir keluar dan terlihat
sungguh.......
aku mengingatmu malam ini
pada sisa-sisa cerita yang belum terselesaikan
dan mungkin akan berakhir esok
ketika air mata tak lagi mengalir

aku mengingatmu malam ini
dengan satu kisah yang terlupakan
bersama nyanyian binatang malam yang pilu
sangat menyedihkan

aku terjaga dan mengingatmu malam ini
teringat pada sebait puisi darimu
yang kau tulis pada sobekan kertas
untukku.....

moga dengan kejadian malam ini
aku tak melupakanmu hingga aku kembali terjaga
melihat matahari ketika membuka jendela kamarku
aku mengingatamu di sini.......
sendiri dengan air mata.......


Makassar, 24 Mei 2010
04.02

Bagikan ke

0 Komentar