menampik sunyi dalam hening
bertirakat pada setumpuk asa
jejak terukir bersama kicau burung camar
mengeja makna tentang rindu

telah kususuri mayapada
dengan bekal harap tak berparas
bilakah retinaku temukanmu
di antara onggokan kelam
entah sampai kapan

musim kian jelajahi jasadku dengan rindu
meneropong kalbu yang tak berdaya
namun lentera itu
tak kan pernah kubiarkan padam
bahkan oleh topan sekalipun.......
lentera itu untukmu

Makassar, 30 April 2009

Bagikan ke

0 Komentar